Untuk Pertama Kali, Sakreta Upacara Gunakan Bahasa Jawa

Kretek (SakreNews). Upacara peringatan Hari Jadi DIY diperingati SMA N 1 Kretek dengan upacara menggunakan bahasa Jawa. Upacara berlangsung pada hari Jumat, 13 Maret 2026 dari pukul 07.00 WIB sampai jelang pukul 08.00 WIB. Mengusung tema “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”.

Ada yang unik dalam upacara kali ini. Semua perintah menggunakan bahasa Jawa, dari perintah gerakan, aba-aba dari pembina, pembacaan doa dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan agar dalam peringatan hari Jadi DIY, bahasa Jawa tetap digunakan dan tetap lestari.

Pembina upacara, Dwi, membacakan sambutan yang diberikan oleh Gubernur DIY, sekaligus Sultan Yogya, Sri Sultan HB X.
“Kula ajeng maosakaen sambutan saking Bapak Gubernur DIY,” ujar Dwi sebelum memulai membacakan sambutan dari Gubernur.

“Sabdatama, Pahargyan Adeging Nagari Ka-271, Daerah Istimewa Yogyakarta, Assalamu’alaikum. Mugi Rahayu ingkang tansah pinanggih,” ujar Dwi memulai membacakan Sabdatama.

Upacara berlangsung lancar, meski dibeberapa bagian, terdengar murid yang tertawa.

Saat ditelusur oleh tim SakreNews, alasan merek tertawa karena mereka baru sekali mendengar bahasa tersebut.

“Baru sekali mendengar ‘gya’, lucu. Itu ternyata maknanya grak, kalau dibahasa Indonesia. Terdengar tidak biasa,”ujar Intan, salah satu siswa saat ditanya kenapa harus tertawa.

Siswa lain, Aira, mengaku bahasa yang digunakan dalam sambutan tak ada yang bisa dimengerti. “Saya sebagai gen-Z merasa bahasa dalam sambutan tadi asing semua. Tidak pernah terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi saya tidak mengerti apa inti sambutan tadi,” terang siswa kelas XI tersebut. (Fitk)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top