Kretek (SakreNews). Setelah tahun sebelumnya mengunjungi Museum Radyapustaka dan Pura Pakualaman, tahun ini Sakreta mengunjungi Museum Sangiran dan kebun teh Kemuning. Kunjungan tersebut dalam rangka Outing Class. Sebanyak 120 murid Sakreta, ikut dalam rombongan Outing Class yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026. Rombongan menggunakan 3 bus dari travel Alfatour.
Opsi, salah satu pendamping yang juga pengampu mapel sejarah mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama agar anak mengetahui secara nyata apa yang dipelajari saat di sekolah. Terutama tentang mapel sejarah. Dalam mapel sejarah ada materi tentang manusia purba dan peninggalan manusia di zaman dulu. Peninggalan itu bisa dilihat pada museum ini,” terangnya disela-sela keramaian museum.
Opsi menjelaskan, bahwa peninggalan di museum Sangiran ini sangat berharga.
“Tidak semua negara bisa membuat museum seperti ini. Meskipun manusia purba ada di banyak wilayah, tetapi tidak semua negara ada. Kita beruntung. Indonesia punya museum Sangiran. Harapan saya, agar anak-anak dapat belajar dari apa yang ditampilkan di sini,”ujarnya.

Opsi menambahkan, meskipun banyak menampilkan benda berupa tulang-belulang dan fosil, ini sangat berharga.
“Yang ada di sini tak kalah berharga dengan yang dulu ada di Radyapustaka. Seperti patung emas, yang menurut berita, dicuri. Di sini tidak ada benda dari emas, tapi berharga tak kalah seperti emas,” terangnya.
Selepas dari museum Sangiran, rombongan berpindah ke kebun Teh Kemuning. Jarak yang ditempuh dari Sangiran kurang lebih satu jam perjalanan dengan bus.
Sesampai di kebun The Kemuning, rombongan sudah disambut dengan belasan jeep yang akan mengangkut para murid menuju lokasi pertama, Jembatan Kaca.
Pemandu dari AlfaTour, mengatakan bahwa jeep sudah include, tetapi bagi yang ingin ke jembatan kaca, harus menambah biaya masuk.
“Murid yang ingin berfoto ke jembatan kaca, harus membayar biaya masuk sebesar Rp30.000, 00. Untuk yang jeep, gratis. Silakan kami persilahkan para murid untuk menimkati Kebun The Kemuning. Jangan lupa kumpul kembali di bus pukul 16.00 WIB, ujarnya.
Selepas dari kemuning, rombongan berhenti di rumah makan untuk melakukan solat. Selanjutnya, rombongan kembali ke sekolah dan tiba pukul 23.00 WIB. (*Fitk)
