MPLS Hari Keempat, Sakreta Kunjungi Kraton dan Benteng Vredeburg

 

 

Kretek (SakreNews). Memasuki hari keempat MPLS, Sakreta mengagendakan kunjungan ke museum Kraton Yogyakarta pada Kamis (16/7). Acara dimuali sejak pagi dengan diawali apel pagi dengan pembina upacara Zukhriyanta.

Pukul 08.00 wib, rombongan Sakreta yang memakai empat bus langsung menuju Kraton.

Memasuki Kraton, rombongan langsung dibagi menjadi 4 tim. Masing-masing tim langsung didampingi abdi dalem Kraton. Semuanya mulai menjelaskan asal usul Kraton secara rinci.

 

“Kraton Yogyakarta didirikan pada tahun 1755 oleh Sultan Hamengkubuwono I.

Kraton Yogyakarta, atau Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, berdiri sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755, yang membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi dua wilayah: Kesultanan Yogyakarta untuk Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) dan Kasunanan Surakarta untuk Pakubuwono III,”ujar abdi dalem yang mendampingi kelompok 4.

 

Abdi dalem tersebut lalu mendampingi siswa berkeliling ke bagian kraton lain. Diantaranya bagian yang menangani minum teh dan pertunjukan wayang.

 

Kunjungan kedua, yakni museum Vredeberg. Siswa menuju benteng Vredeberg dengan memakai suttle yang bernama Thole.

Di Vredeberg, siswa Sakreta langsung disambut dengan pemandu yang mendampingi siswa berkeliling untuk menjelaskan perjuangan bangsa Indonesia melawan menjajah.

“Ada 3 diorama yang bisa adik-adik lihat. Semua menampilkan pemandangan yang berbeda, namun punya inti yang sama yakni menampilkan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Lihat betapa mereka berjuang dengan mempertaruhkan jiwa, raga, dan harta. Ini semau bisa memotivati adik-adik agar giat belajar. Adik-adik tidak perlu berjuang melawan penjajah. Adik-adik hanya punya tantangan berjuang melawan kemalasan, ujar salah satu pendamping dari Vredenburg tersebut. (*Fitk)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top