Simulasi Penanganan Gempa Bumi dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana di SMA N Kretek

Kretek (SakreNews). Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dirayakan setiap tanggal 26 April di seluruh Indonesia. Tidak ketinggalan, SMAN 1 Kretek ikut memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana dengan menggelar simulasi penanggulangan bencana. Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari Workhsop Penguatan Pendidikan Aman Bencana yang telah dilaksanakan pada Jumat, 19 April 2024.

Sebelum dilakukan simulasi pada hari Jumat, 26 April 2024, kemarin seluruh warga sekolah sudah melakukan gladi bersih untuk memperlancar jalannya acara, sehingga pada hari ini, seluruh warga sekolah sudah paham akan rangkaian kegiatan. Kegiatan simulasi penanganan Gempa Bumi dimulai pukul 08.00 WIB yang diawali dengan dibunyikannya sirene. Anak-anak yang berada di dalam kelas X lalu berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlindung di bawah meja. Sementara anak-anak kelas  XI dan kelas XII yang dekat dengan titik kumpul, langsung berlarian untuk menuju lapangan basket yang merupakan titik kumpul. Setelahnya, semua wali kelas berkumpul untuk mendapatkan pengarahan.

Pengarahan dilakukan oleh Dra. Sovia Isniati, M.Pd., Waka Humas SMA Negeri 1 Kretek sekaligus Ketua Sekolah Aman Bencana. Beliau menanyakan kepada wali kelas bagaimana keadaan siswa ampuannya masing-masing. “Bagaimana keadaan siswa di kelas X?”, ujarnya menanyakan kepada para wali kelas X. Pertanyaan serupa ditanyakan kepada waki kelas XI dan XII. Dari kegaiatan tersebut, terdapat informasi bahwa beberapa siswa ada yang terluka karena terkena reruntuhan sehingga mengalami luka patah kaki, dan beberapa luka berdarah di bagian muka. Maka Bu Sovi segera menginstruksikan agar siswa yang terluka segera ditangani oleh tim medis sekolah.

Beberapa siswa yang disimulasikan sebagai korban, tampak antusias menjalani perannya. Beberapa dari mereka terlihat mengerang kesakitan. Siswa yang patah kaki langsung diangkut menggunakan tandu oleh tim medis sekolah yang terdiri dari anak-anak PMR. Mereka tampak gesit membawa korban dengan berlari kecil.

Acara simulasi berakhir pada pukul 09.30 WIB. Setelah suasana aman, seluruh siswa yang berada di titik kumpul dihimbau kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan proses belajar mengajar kembali. *Fkv

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top