Workshop Penguatan Pendidikan Aman Bencana, Guru Dituntut Integrasikan Risiko Pengurangan Bencana dalam Modul Ajar

Kretek (SailNews). Beredarnya kabar akan adanya gempa besar, menjadi salah satu hal yang menginisiasi SMA Negeri 1 Kretek menggelar Workshop Penguatan Pendidikan Aman Bencana pada Jumat, 13 September 2024. Workshop dilangsungkan di aula SMA Negeri 1 Kretek pukul 13.00 WIB dan diikuti bapak ibu guru dan karyawan yang berjumlah 45 orang.

Suprijadi, M.Sn. dalam sambutannya mengatakan bahwa workshop ini sangat penting meski semua bencana merupakan kuasa Tuhan. “Meski semua kuasa Tuhan, kita tetap berusaha salah satunya dengan workshop ini. Harapannya, hasil workshop bisa dituangkan dalam RPP atau modul ajar, tentu tidak bisa dipakai di semua mapel. Tapi bisa lah diintegrasikan di mata pelajaran masing-masing. Selain itu untuk setidaknya mengurangi resiko bencana,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut Dra. Sovia Isniati, M.Pd., Waka Humas SMA Negeri 1 Kretek sekaligus sebagai guru Geografi yang menjadi narasumber, mengatakan simulasi bencana telah rutin dilakukan di SMA Kretek. “Dulu saat pandemi sekolah kita juga tetap melakukan simulasi. Ini konsekwensi sekolah kita yang telah ditunjuk sebagai sekolah aman bencana,”ujar Sovi.

“Tiap tahun harus dikaji ulang tentang dokumen pengurangan resiko bencana. Dokumen pengurangan resiko bencana bisa berujud modul ajar Bapak dan Ibu guru yang berisi hal tersebut,” tegas Sovia. “Jangan sampai terlena, khususnya kita yang ada di Pulau Jawa karena sebagai “supermarket bencana” harus waspada. Hal-hal yang bisa dilakukan bisa diintegrasikan dalam pembelajaran. Harapannya Bapak dan Ibu guru punya modul ajar dan bahan ajar yang menyisipkan materi pengurangan risiko bencana. Tentu saja harus dikumpulkan, karena setiap tahun harus dimonev,” tutup Sovia.*Fitka

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top