Kretek (Sakrenews). Kirab budaya sebagai salah satu rangkaian kegiatan menyambut Lustrum V SMA Negeri 1 Kretek digelar pada Senin, 21 Oktober 2024. Sebanyak 12 kelas ikut meramaikan kirab budaya bertajuk Gugah Gumregah, Luhuring Pekerti Tumuju Gebyaring Prestasi tersebut.
Suprijadi, M.Sn., dalam sambutannya sebelum melepas peserta kirab mengatakan, kirab ini sebagai salah satu cara melestarikan budaya. “Setiap kelas menampilkan tema kebudayaan. Harapannya sebagai cara melestarikan budaya dengan cara memperkenalkan tema-tema khusus yang tidak semua anak muda ketahui,” ujarnya. Jadi juga berharap agar kirab hari ini nanti berjalan lancar. Dalam acara itu pula, Suprijadi melepas balon berhadiah yang terdapat banner di bawahnya. Bagi masyarakat umum yang beruntung bisa menukarkan banner tersebut ke sekolah dan akan diberikan hadiah.

Tepuk riuh penonton bergema mengiringi kepala sekolah melepas balon tersebut. Selanjutnya, acara kirab dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Barisan kirab pertama diisi bapak dan ibu guru yang mengusung tema petani. Tema tersebut dipilih karena letak SMA Kretek yang dikelilingi sawah dan sebagian besar mata pencaharian wali siswa adalah petani. Setelah bapak ibu guru dan karyawan berjalan, masing-masing peserta kirab ikut jalan setelah sebelumnya menampilkan display di depan dewan juri selama maksimal 10 menit.
Urutan rombongan kirab yang didapat berdasarkan hasil undian diawali kelas XI 1, selanjutnya kelas XII MIPA 1, X3, XII IPS 2, XII IPS 1, XII MIPA 2, X2, XI 2, X 4, X 1, XI 3, dan yang terakhir kelas XI 4. Masing-masing kelas berjeda sekitar 5-10 menit. Setiap kelas menampilkan keunikan masing-masing yang disesuaikan tema. Beberapa diantaranya ada yang mengusung tema Nyi Roro Kidul, Tema Jaka Tarub dan Nawangwulan, Anoman Obong, Gunungan dan lain sebagainya. Kirab berjalan semarak karena hampir semua perwakilan kelas membawa sound yang memutar lagu-lagu jawa.
Bertindak sebagai juri kirab ada Bu Asni (guru ektrakurikuler tari), Bu Endah (guru Tari) dan pak Suroyo. Ketiganya berpencar menempati lokasi yang berpindah-pindah salah satunya di depan SD Kretek 2.
Kirab berjalan lancar meski beberapa ada kendala, seperti anak yang hampir pingsan dan kecapaian, serta beberapa benda yang tertinggal.
Semua peserta kembali ke sekolah sekitar pukul 12.00 WIB setelah melalui rute kirab yang lumayan panjang. Rute yang dilalui peserta yakni dari sekolah ke timur, Toko Arida, perempatan Soropadan, Pertigaan Greges, Pasar Turi dan kembali ke SMA Kretek. Jarak yang ditempuh peserta kirab kurang lebih berjarak 2 kilometer.
Dwi Safitri sebagai PJ kirab menyebutkan nominal hadiah untuk juara kirab. “Untuk juara 1 akan mendapat 300 ribu, juara 2 mendapat 200 ribu, dan juara 3 sebesar 150 ribu,”terang Dwi. *Fitk


