Kretek (SakreNews). Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Peringatan hari tersebut biasanya dilakukan dengan mengadakan upacara bendera di sekolah-sekolah. Tak ketinggalan, SMAN 1 Kretek mengadakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada Senin, 20 Mei 2024 pukul 07.00 WIB. Bapak dan ibu guru mengenakan pakaian Korpri berwarna biru dengan hiasan garuda berwarna emas sedangkan siswa mengenakan seragam abu-abu putih.
Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di SMAN 1 Kretek diadakan di lapangan basket SMAN 1 Kretek. Para siswa berbaris dari utara berbanjar ke selatan dimulai dari kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPS 1 dan XI IPS 2 lalu dilanjut kelas X4, X3, X2 dan X1. Petugas upacara kali ini diambilkan dari anak-anak OSIS.
Apri Wulandari, S.Pd., ditunjuk sebagai pembina upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di SMAN Kretek. Saat tiba di waktu pemberian amanat, Apri membacakan teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional dari Kominfo, yang mengusung tema Bangkit untuk Indonesia Emas.

Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.
Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan
kehidupan manusia secara revolusioner.
Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi
kita untuk menyongsong “Indonesia Emas”.
Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan
Sementara itu, di hadapan kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa,” ucap Apri Wulandari saat membacakan teks pidato dari Kominfo. *Fkv

