Kretek (SakreNews). Kekerasan terhadap perempuan dan anak tak henti mewarnai pemberitaan di media, baik cetak maupun elektronik. Sebagai upaya pengingat dan pencegahan terhadap hal tersebut, pemerintah menetapkan hari peringatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang jatuh pada 26 November.
SMA Kretek sebagai sekolah yang menolak segala bentuk kekerasan ikut memperingati hari itu dengan mengadakan apel pagi pada Selasa (26/11). Apel pagi berjalan tertib sejak pukul 07.00 WIB. Pemimpin upacara, Rio Aditya dari kelas X 3 kembali didaulat menjadi pemimpin upacara.
“Untuk amanat, istirahat di tempat, grak!” teriak Rio memberi aba-aba kepada seluruh peserta upacara.
Amanat disampaikan oleh kepala sekolah, Suprijadi, M.Sn. Kepala Sekolah yang menjadi pembina upacara membacakan naskah sambutan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X.
“Setiap tahunnya, peringatan ini berlangsung dari tanggal 25 November bertepatan dengan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap perempuan sampai tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional,” ujar Suprijadi, M.Sn.

Apel kali ini ditutup dengan persembahan dari OSIS Prasetya SMA Kretek yang memberikan kejutan kepada guru. Kejutan yang diberikan yakni memberikan buket bunga berbentuk hati yang dirangkai dari permen Kiss kepada seluruh guru dan karyawan SMA Kretek.
“Kami akan persembahkan lagu dan puisi untuk Bapak dan Ibu guru,” ujar Puspita Nafa, ketua OSIS.
Acara dilanjut dengan menyanyi bersama sebelum dilanjut dengan masing-masing siswa masuk kelas untuk simulasi pelaksanaan ujian. (*Fitk)

