Kretek (SakreNews). Panen karya sebagai hasil dari kegiatan P5 digelar Sakreta pada Jumat (31/1). Panen karya bertajuk Kearifan Lokal dan Suara Demokrasi tersebut dihelat di dua lokasi. Lokasi pertama di bagian utara Sakreta menempati empat ruang kelas X. Lokasi kedua berada di laboratorium Fisika.

Nanang Budi, S.Pd., staff kurikulum Sakreta menghimbau agar semua guru ikut serta menonton dan mengapresiasi karya siswa.
“Saya menghimbau seluruh guru dan karyawan mengunjungi stan pameran karya siswa yang sudah dipersiapkan mereka selama berminggu-minggu,” ujarnya. Nanang menambahkan terkait waktu kunjungan.
“Agar menghindari ruang pameran penuh, saya bagi waktu kunjungan menjadi dua bagian. Pukul 08.30 WIB kelas X mengunjungi pameran kelas XI. Pukul 09.00 WIB gantian kelas XI yang mengunjungi pameraj kelas X,” tandasnya.
Pameran kelas X menampilkan 36 karya dari 4 kelas. Setiap kelas menampilkan 9 karya. Karya yang ditampilkan disesuaikan dengan tema kearifan lokal. Beberapa stan tampak menampilkan karya yang berada di sekitar Kretek diantaranya wayang, gamelan, batik dan gerabah.
“Meriah banget sampai ada janur kuning di depan pintu serta suara musik yang kencang,” tandas Azka saat melihat pameran kelas X.
Pameran kelas XI bertema Suara Demokrasi. Beberapa stan pameran tampak dihiasi dengan lampu warna-warni sehingga tampak meriah. Stan-stan tersebut terlihat membagikan souvenir berupa bunga dari kertas dan permen bagi pengunjung.
“Senang sekali karena dapat permen dan bunga,”terang Della, siswi kelas XI dengan girang.
Semua pengunjung dihimbau mengisi buku kunjungan daftar hadir dan mengisi link yang dibagikan kurikulum untuk mengevaluasi jalannya pameran.
Pameran direncanakan berakhir sebelum salat Jumat dan dilanjut dengan kunjungan untuk stan By.U dari Telkomsel. (*Fitk)
