Kretek (SakreNews). SMA N 1 Kretek memperingati Isra Miraj dengan adakan pengajian di pendopo pada Jumat (14/1). Pengajian yang digelar seusai KBM tersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Peserta didik yang berkumpul di depan pendopo setelah melakukan presensi kehadiran langsung memadati area pendopo, baik di kanan maupun di kiri. Peserta yang tidak kebagian tempat lalu memadati mushola Al-Ikhlas yang berada di bagian barat pendopo.
Diawali dengan lantunan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan dengan Kepala Sekolah yang memberikan sambutan. Kepala Sekolah meminta siswa tertib selama mendengarkan pengajian.
“Kalian punya dua telinga dan satu mulut. Artinya Allah menciptakan kalian untuk lebih sering mendengar daripada berbicara, termasuk mendengarkan pengajian ini,” ujarnya.
Acara langsung dilanjutkan dengan acara inti pengajian. Ust.Miko Cakcoy Pathoknegoro yang menjadi pemateri langsung membuka dengan sapaan hangat.
“Kalian dengarkan saja. Cuma dengarkan dan sesekali tertawa, tidak usah repot-repot,” sapanya kepada seluruh peserta didik Sakreta.
Ust. Miko menyampaikan tentang kisah Isra Miraj.
“Nabi Muhammad Saw dalam keadaan bersedih ditinggal istri tercinta, Khadjijah, yang meninggal dunia. Maka Allah menghibur dengan membawa Nabi ke Sidratul Muntaha,” terangnya.

“Dalam percakapan di Sidratul Muntaha, Allah memberikan perintah sholat yang merupakan cara atau obat untuk menghibur hati yang sedih. Perintah awalnya sehari salat 35 kali sehari semalam tetapi Nabi Muhammad bernegosiasi sehingga perintah salat hanya menjadi lima waktu saja. Perintah solat lima waktu juga diwajibkan untuk seluruh umat Rasulullah, maka kalian semua sebagai umat Nabi Muhammad wajib salat 5 waktu. Siapa yang tadi pagi tidak salah Subuh?,”tanya Ust. Miko dan disambut suara riuh anak-anak yang saling menggoda temannya yang tidak solat.
Acara pengajian ditutup sekitar pukul 11.00 WIB untuk digunakan sebagai persiapan salat Jumat. (*Fitk)
