Kretek (SakreNews). Jelang Idulfitri, Sakreta mengadakan pengajian dan buka bersama untuk guru dan karyawan pada Selasa (25/3). Pengajian digelar sesaat setelah para pendidik dan staff menyelesaikan kegiatan koreksi bersama untuk hasil ujian siswa kelas XII.
Kepala Sekolah Sakreta yang menjadi pengisi pengajian, menyebut acara ini untuk mempererat silaturahmi guru dan karyawan.
“Setelah Bapak dan Ibu berbuka bersama keluarga atau bersama masyarakat di masjid, kali ini bersama keluarga Sakreta. Sebelumnya izinkan saya meralat bukan pengajian tapi berbagi ilmu. Karena Rasulullah bersabda, sampaikan ilmu walau satu ayat,”tutur Jadi.
“Kali ini tema ilmu yang akan saya sampaikan penjaga persaudaraan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni hal-hal yang harus diingat dan hal-hal yang harus dilupakan untuk menjaga persaudaraan,”tandasnya.
Hal-hal yang harus diingat menurut Jadi ada 2 hal.
“Satu, ingat2 kebaikan orang lain pada kita dan yang kedua, ingat-ingat keburukan kita pada orang lain. Misal menolong tapi menyakiti, saat memminjamkan uang tapi bilang ‘cepet-cepet balekke wong kowe kere’. Jangan. Seperti itu menolong tapi menyakiti. Diingat-ingat agar tidak terulang,”jelasnya.
“Hati orang sangat rapuh. Menyakiti hati ibarat menancapkan paku ke papan, setelah itu meskipun minta maaf tetep membekas tetap menyakitkan. Selain itu ada hal-hal yang harus dilupakan. Ada dua juga.
Yang pertama, lupakan kebaikan kita pada orang lain. Takutnya ujub, sombong. Misalnya mengatakan “Kalau nggak tak tolong kamu jadi apa?” Sekecil apapun, lupakan. Dan yang kedua lupakan kejahatan orang lain kepada kita. Misal A pernah menyindir kita menyakiti kita, lupakan,”tutupnya.
Sehabis pengajian dilangsungkan, Bapak dan Ibu guru serta karyawan berbuka bersama. Diawali dengan meminum jus dan es dawet, dilanjut dengan salat Magrib bersama. (*Fitk)

