Kretek (SakreNews). Upacara kemerdekaan wilayah Kretek digelar di lapangan Mojo, Donotirto Kretek pada Minggu (17/8). Upacara berlangsung hikmat. Digelar sejak pukul 07.30 WIB. Bertugas sebagai pembina upacara panewu Kretek.
Upacara tahunan itu meriah dengan pasukan Paskibakra yang telah berlatih sejak sekitar 2 bulan lalu, yang terdiri dari sebagian besar siswa SMA Negeri 1 Kretek. Para murid Sakreta kelas X ini berlatih tanpa lelah. Dibimbing dari TNI dan Polisi wilayah Kretek.

“Deg-degan Bu. Dari semalam sampai nggak bisa tidur, kepikiran pagi ini. Takut sesuatu terjadi meskipun kami sudah berlatih maksimal,”ujar Vina, salah Paskibra yang ditemui tim SakreNews disela-sela melakukan presensi.
Sementara itu, para wali yang mendampingi jalannya upacara berkumpul di sebelah barat sebelum upacara dimulai. Presensi kehadiran dibawa wali kelas masing-masing. Berkumpul di mushola kelurahan yang berada di barat lapangan.
“Beberapa siswa tidak bisa hadir karena menjadi petugas upacara di desa masing-masing. Tentu yang sekolah izinkan siswa yang benar-benar bisa menunjukkan surat resmi dari desa. Jika tidak bisa menunjukkan, akan kami beri kompensasi dengan menuliskan kliping tentang kemerdekaan,”ujar Apri, salah satu wali kelas saat ditemui tim SakreNews.
Seluruh guru dan karyawan serta siswa kelas X dan XI hadir dalam upacara tersebut.
“Untuk siswa kelas XII hadir pada sore hari untuk upacara penurunan bendera,”ujar Pipit, koordinator kesiswaan.

Upacara berlangsung tertib. Hanya saja sedikit ada insiden di tengah upacara saat seorang Linmas terjatuh ke parit dan pingsan. Tim dari Puskesmas langsung bergerak membawa dengan mobil ambulan ke rumah sakit terdekat. (*Fitk)
