Kretek (SakreNews). Untuk mengurangi risiko bencana, Sakreta mengadakan Workshop bertajuk Pemadam Kebakaran & Penyelamatan (Damkarmat). Mengundang pembicara dari BPBD DIY. Workshop diselenggarakan pada Kamis, 16 April 2026 di aula atas Sakreta.
Plt. Kepala Sekolah, Nuryadi, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Workhop ini terkait mitigasi bencana.
“Terkait kebencanaan, kita semua tidak bisa memprediksi. Di Bantul, ada sesar opak, ada info tentang megatrust. Jangan jadikan hal itu untuk takut, tapi jadikan kewaspadaan agar bisa mengurangi risiko bencana,”paparnya.
Kepala sekolah melanjutkan, bahwa narasumber orang yang ahli di bidangnya yang berasal dari BPBD.

“Materi sepenuhnya kita serahkan pada Pak Maujud dan semoga hasilnya nanti bisa diterapkan dalam kehidupan dan bapak ibu bisa mengimbaskan pada masyarakat. Karena kalau kita tidak siap bisa menimbulkan korban. Setidaknya bisa mengurangi korban,”tutupnya.
Maujud, S.Sh., narasumber workshop menyampaikan, bahwa ada slogan untuk mitigasi bencana.
“Siap, tanggap, tangguh. Ada bapak ibu guru yang bisa jelaskan?”tanya Ujud kepada peserta workshop.
“Bapak dan Ibu guru merupakan orang2 pilihan pasti bisa menjawab,” lanjutnya.
Nanang, salah satu guru menjelaskan pertanyaan narasumber.
“Tanggap jika terjadi bencana, tangguh itu bangkit setelah bencana,”jelasnya yang diyakan oleh narasumber.
“Ini pintu aula tidak pas, karena cara buka malah ke dalam. Kalau terburu-buru ini bikin susah dibuka dan bisa menimbulkn korban. Harusnya pintu dibuka ke arah sebaliknya yang memudahkan saat buru-buru,” terang narasumber mengomentari tata letak pintu Sakreta.
Workshop berakhir pukul 11.00 WIB dan dilanjut dengan lomba Kartini. (*Fitk)
