
Kretek (SakreNews). Ada yang tak biasa dalam apel pagi Sakreta pada Senin (31/8) kali ini. Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian Gagrak Yogyakarta.
Kepala Sekolah dalam sambutannya menyatakan penyebabnya.
“Hari ini kita peringati sebagai hari Keistimewaan Yogyakarta. Itulah alasan mengapa kita semua memakai Gagrak Yogyakarta. Gagrak itu artinya pakaian adat yang khas menunjukkan Yogyakarta. Apa ada Gagrak lainnya? Jawabannya ada. Misalnya Gagrak Solo yang tentu berbeda dengan Gagrak Yogyakarta,”terang kepala sekolah yang kerap disapa Pak W tersebut.
Pak W melanjutkan, alasan penyematan sebagai daerah istimewa tidak mudah.
“Perlu proses yang panjang kenapa Yogyakarta bisa menjadi daerah istimewa. Kalian bisa bertanya kepada guru Sejarah tentang ini. Kalau saya jelaskan nanti amanat bisa terlalu panjang, lanjutnya.
Pak W melanjutkan dengan arahan pada calon ketua dan wakil OSIS.
“Hari ini nanti ada sosialisasi calon ketua OSIS. Anak-anak bisa mencermati. Ini merupakan laboratorium demokrasi di sekolah. Harapannya, kalian bisa menjadi pribadi yang kritis dan dewasa dalam berpikir,”tandasnya.
Pak W menekankan bahwa perbedaan pilihan soal biasa.
“Mungkin kalian akan ada perbedaan pilihan, itu hal biasa. jangan dijadikan ajang perpecahan. Siapapun yang menang itu yang terbaik,”tutupnya.
Acara dilanjut dengan penyampaian visi misi setelah apel pagi berakhir. Semua siswa duduk di lapangan mendengarkan calon berorasi menyampaikan visi misi. Calon ketua OSIS periode ini untuk paslon 1 Nabila, sedangkan paslon 2 Djafar. (*Fitk)
