Kretek (SakreNews). Rangkaian acara baksos Sakreta yang diwujudkan dalam bentuk mengunjungi panti asuhan, berbagi takjil serta berbagi zakat fitrah berakhir pada Selasa, 25 Maret 2025. Acara diakhiri dengan agenda berbagi zakat fitrah untuk orang yang membutuhkan. Berbagi zakat fitrah berlangsung di aula Sakreta. Disalurkan oleh rohis Al-Ikhlas.
Sementara berbagi takjil terakhir berada di perempatan Ngangkruksari. Pada hari sebelumnya, Sakreta mengadakan pembagian takjil di pertigaan lapangan Mojo Kretek Bantul. Acara baksos pertama diadakan pada minggu sebelumnya dengan mengunjungi panti asuhan.
Sovia Isniati, Waka Humas SMA Kretek yang turut mendampingi siswa Sakreta saat berkunjung di Panti Asuhan mengatakan acara ini untuk melatih siswa memiliki kepekaan sosial dan melatih untuk berbagi kepada orang yang kurang beruntung.

“Karenanya kami melakukan kunjungan ke panti asuhan. Agar anak-anak bisa merasakan dan berempati kepada sesamanya yang kurang beruntung,”paparnya.
Sementara itu, Tutut Handayani mengatakan ini acara pertama dalam kaitannya dengan mata pelajaran yang diampunya.
“Acara ini dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Sosiologi, ada materi Empati Sosial. Jadi kami gabungkan dengan acara sekolah mumpung momennya tepat. Maka jadilah acara kolaborasi ini,”terangnya.
Tutut mengatakan bahwa acara pembagian takjil diserahkan masing-masing perkelas mengenai menu dan lokasinya.
“Kelas X.2 mengunjungi panti asuhan. Kelas X.1, kelas X.3 dan X.4 berbagi takjil di lokasi yang mereka sepakati. X.1 berbagi takjil di Pertigaan Ganjuran, X.3 di pertigaan lapangan mojo dan X.4 di perempatan Ngangkruksari. Alhamdulillah lancar,”tambahnya.
Fitka, Wali Kelas X.3 yang mendampingi pembagian takjil pada hari Selasa (18/3) mengaku senang.
“Alhamdulillah cepet habis. Tidak sampai 15 menit pembagian takjil selesai. Stand Baksos diserbu warga yang melewati pertigaan Lapangan Mojo. Menu takjil yang kelas X.3 bagikan berupa Rocket Chicken,” tandasnya.
Ada yang unik dari pembagian takjil kali ini. Apri Wulan, Wali Kelas X.1 yang turut mendampingin pembagian takjil harus nyasar kurang lebih 10 kilometer.
“Salah dikasih instruksi. Harusnya rumah sakit di pertigaan, malah perempatan. Saya jadi nyasar sampai ke RS Inspira, Ngepal. Padahal harusnya rumah sakit sekitar Ganjuran,”ujar guru yang berasal dari Kulonprogo tersebut. (*Fitk)

