Kretek (SakreNews). Upacara hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni, digelar di Sakreta pada Senin (2/6). Upacara yang direncanakan digelar pada tanggal 1 Juni bertepatan hari Minggu, nyaris terlaksana sebelum ada edaran mengenai ralat yang disampaikan dari Dikpora. Ralat pelaksanaan upacara diterima warga sekolah melalui pesan whatsapp pada Sabtu sore, dan tim Kesiswaan langsung meminta para walas menginformasikan berita tersebut kepada siswa ampuanya masing-masing.

Upacara berlangsung tertib pada Senin, tepat pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan itu pula, diserahkan piala penghargaan bagi siswa Sakreta yang berprestasi di ajang FLS3N yang digelar sepekan lalu. Acara penyerahan piala dilangsungkan setelah upacara selesai.
Fitri Astuti, S.Pd., Tim Kesiswaan meminta siswa berprestasi untuk maju ke depan begitu rangkaian upacara selesai digelar.
“Kepada Ananda yang dipanggil namanya harap maju ke depan lapangan upacara untuk menerima piala dan berfoto bersama kepala sekolah,”ujarnya.

“Silakan maju ke depan, Ditya Yuri, Insyiralia Rahma dan Arya Ardiansyah untuk katagori Juara 1 Lomba Film Pendek dan Jundi untuk Juara 3 lomba Fotografi,”lanjutnya diiringi tepuk meriah siswa-siswi SMA Kretek.
Upacara Peringatan Hari Lahir digelar dengan hikmat. Kepala sekolah yang bertindak sebagai pembina upacara, membacakan teks pidato dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Berikut cuplikan teks pidato yang dibacakan Kepala Sekolah.
KEPALA BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIA PADA UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2025
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Salam Pancasila!
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,
Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali memperingati momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia: Hari Lahir Pancasila. Hari ketika kita tidak hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Saudara-saudari sekalian,
Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan.
Akhirnya, marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara.
Dirgahayu Pancasila!
Salam Pancasila! (*Fitk)
