Jejak, Film Besutan Sakreta Bersaing di Lomba Film Dinas Kebudayaan

Kretek (SakreNews). “Goa Jepang untuk wisata gitu kok dikira buat pesugihan. Mau kaya ya kerja, bukan pesugihan,” ucap artis Okta dalam penggalan Film Jejak. Dialog tersebut merupakan salah satu pesan yang ingin disampaikan film Jejak besutan tim Film Sakreta. Dialog diucapkan tokoh Okta (diperankan Eka Ayu) dan kepada Febi (diperankan Della).

Jejak merupakan film yang ikut dalam lomba Film Dinas Kebudayaan DIY. Tim film Sakreta berhasil menyelesaikan tahapan terakhir pembuatan film pada pertengahan Agustus 2024. Pengumpulan film dilakukan pada akhir Agustus 2024 sedangkan penjurian dilakukan pada 1-3 September 2024. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada besok Kamis (5/9).

Tim film Jejak beranggotakan 5 siswa Sakreta (Eka Ayu, Anang Ardiansyah, Ayunda, Ghina dan Suluh) kelimanya mempunyai peran masing-masing dalam film ini.  Pemeran utama Eka Ayu memerankan tokoh Okta sebagai model. Anang Ardiansyah berperan sebagai hantu yang berada di Goa Jepang. Berperan sebagai sutradara, Suluh, dan DOP ada Ghina Zainul. Terdapat beberapa peran tambahan dari luar siswa sakreta seperti ibu kos dan penjual bunga.

Guru pendamping Fitri Kurniasari mengaku ini merupakan kesempatan anak-anak berkarya. “Supaya anak-anak bisa mengimplementasikan hasil penulisan materi cerpen dan drama di kelas menjadi skenario film. Agak berbeda sedikit secara bentuk, tapi masih berkaitan. Ini hal yang menarik. Supaya mereka juga tahu bagaimana pembuatan film yang sesungguhnya lewat lomba ini,” ujar guru yang kerap disapa Fitka itu.

Senada dengan Fitka, guru yang mendampingi proses pengambilan film dan editing film, Risqa Yunita, mengaku salut. “Anak-anak sudah bekerja maksimal dalam pembuatan film. Proses pengambilan gambar berjalan sesuai rencana dan target. Biar mereka tahu, film berdurasi 7 menit ini proses pengambilan gambarnya bisa seharian,” terang Risqa.

Film Jejak mengambil lokasi utama di Goa Jepang. Bercerita tentang seorang wanita yang terjerat investasi bodong dan berpikir mengambil jalan pintas dengan melakukan pesugihan di Goa Jepang. Takdir membawanya tersadar bahwa itu jalan yang salah lalu menempuh jalan halal menjadi seorang model fashion show. *Fitk

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top