Kretek (SakreNews). Untuk menggali pengalaman baru peserta didik di luar lingkungan sekolah, SMA Kretek mengadakan acara outing class pada Kamis, 13 Juni 2024. Outing class diikuti peserta didik kelas XI yang terdiri dari empat kelas yakni XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI IPS 1 dan XI IPS 2. Peserta didik berkumpul di sekolah sejak pukul 06.00 WIB dan berangkat setelah Plt. Kepala Sekolah, Gami Sukarjo, M.Pd. memberikan arahan singkat.
“Temukan hal baru ditempat yang akan kalian kunjungi. Nanti tulis dalam laporan,” ujar Gami. Gami juga menekankan agar menjaga sikap selama berada di tempat yang dikunjungi. “Bersikap sopan, santun dan hati-hati. Jangan sampai melakukan hal-hal yang merugikan diri kalian sendiri, sekolah dan tempat yang dikunjungi,” lanjutnya.

Sebelum pukul 07.00 WIB, rombongan yang terdiri dari 3 bus berangkat menuju lokasi outing class. Lokasi pertama yang dikunjungi yakni museum Radyapustaka, Solo. Sesampainya di museum, seluruh peserta diminta untuk mengenakan gelang sebagai penanda siswa telah membeli tiket. Gelang berwarna merah dan biru tersebut tampak dibagikan oleh kru bus kepada seluruh peserta didik. Setelahnya, siswa dibagi beberapa tim untuk mengikuti arahan dari pegawai Museum Radyapustaka. Para pegawai tersebut menerangkan berbagai koleksi museum. Beberapa koleksi yang tersedia diantaranya, perlengkapan perang, uang dari berbagai negara di zaman dulu, koleksi wayang baik golek maupun wayang kulit dan patung-patung zaman dulu seperti lingga dan yoni. Beberapa siswa tampak antusias mendengarkan arahan dari para pegawai museum. Beberapa dari mereka tampak mencatat penjelasan tersebut. Beberapa siswa tampak berfoto di depan koleksi museum.
Kunjungan ke museum Radyapustaka diakhiri dengan seluruh siswa berfoto bersama di depan museum. Peserta didik membentangkan spanduk bertuliskan “Outing Class XI SMAN 1 Kretek”. Setelah kurang lebih satu jam berada di museum, peserta didik menuju bus untuk selanjutnya menuju tujuan selanjutnya, Pura Mangkunegaran yang berjarak tak begitu jauh dari Museum Radyapustaka.

Sesampainya di Pura Mangkunegaran, rombongan diterima oleh pegawai pura yang menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan di Pura Mangkunegaran. Salah satu larangannya, peserta didik dilarang mengenakan sepatu atau alas kaki selama di Bangsal Pura Mangkunegaran. Semua topi dan kacamata hiasan juga harus dilepas. Selainnya, siswa dilarang melompati gamelan yang ada di bangsal karena sakral. Bahkan untuk membunyikan, perlu ritual khusus. Perlu doa-doa dan uba rampe seperti menyan dan bunga setaman.

“Jangan sampai melanggar hal-hal di tersebut. Takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti maaf, kesurupan,”ujar pemandu yang merangkap abdi dalem tersebut.
Pemandu mengajak peserta didik berkeliling bangunan Pura Mangkunegaran. Menerangkan setiap detailnya dan meminta peserta didik bertanya. Menerangkan beberapa keunikan misal warna ubin yang menjadi coklat karena terkena banjir setinggi 2 meter. Menyebabkan perubahan warna ubin yang dulunya putih bersih menjadi bermotif coklat yang cantik. Pemandu juga menerangkan barang siapa yang bisa memeluk soko guru yang ada di bangsal sampai kedua tangan tertaut, maka keinginan akan terwujud.

“Silakan dicoba. Siapa tahu diantara kalian ada yang bisa memeluk sampai tangan tertaut. Mitosnya, semua keinginan akan terwujud,” terangnya. Peserta didik lantas berbondong-bondong untuk mencoba. Beberapa terlihat berhasil memeluk sampai kedua tangan tertaut, namun terlihat lebih banyak yang gagal. Selanjutnya, peserta didik dibawa mengelilingi ruangan yang lain sembari mereka mencatat yang diterangkan oleh pemandu.

Selepas dari Pura Mangkunegaran, peserta didik menuju lokasi terakhir untuk berwisata, air terjun Jumog. Air terjun Jomog yang berada di Tawangmangu sangat menawan. Selain udara yang sejuk, terdapat beragam jajanan yang memanjakan lidah pengunjung yang berada di sekitar parkiran dan lokasi air terjun. Untuk sampai ke air terjun, peserta didik diberi pilihan untuk jalan kaki, menggunakan jeep atau menggunakan ojek yang bertarif Rp.5000,00 . Terlihat antusias peserta didik dalam kunjungan ke Jomog menggunakan ojek. Mereka berfoto bersama dengan latar air terjun yang indah. Terlihat beberapa bapak dan ibu guru menikmati jajanan di pinggir sungai yang berada di bawah lokasi air terjun. Selepas dari Jumog, peserta didik pulang untuk kembali ke sekolah dan tiba di sekolah pada pukul 11. 00 WIB. *Fkv

