Validasi Internal KSP-KTSP SMA Kretek

Kretek (SakreNews). Pertemuan untuk pembahasan Validasi Internal KSP-KTSP digelar di Aula SMAN 1 Kretek pada Selasa, 25 Juni 2024. Plt. Kepala Sekolah SMAN Kretek, Gami Sukarjo, M.Pd. mengatakan pentingnya pelaksanaan pertemuan ini untuk pembahasan internal kurikulum sekolah.

“Saya berharap validasi ini digunakan untuk mencermati kurikulum yang ada. Ini semacam GBHN sebuah sekolah, mau dibawa kemana mengikuti apa yang tertulis di kurikulum. Sekolah dinyatakan berhasil jika apa yang tertulis dalam kurikulum dilaksanakan,” ujar Gami.

Gami melanjutkan bahwa dirinya sangat berharap semua guru berperan untuk ikut mencermati. “Kami berharap semua guru memberikan ide. Ini merupakan ranah seluruh warga sekolah untuk memberikan kontribusi terhadap kurikulum. Sekolah punya otoritas untuk mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhannya,” lanjutnya.

Gami menekankan bahwa yang terpenting adalah Visi.

“Yang paling kuat dari sekolah adalah Visi. Idealnya dibahas dengan kepala sekolah yang definitif. Saya di sini hanya sebagai pelaksana tugas. Nanti jika punya kepala sekolah yang baru takutnya harus berubah lagi. Jika ada hal-hal yang bersifat umum atau tidak spesifik, bisa kita bahas,” lanjutnya.

Gami berharap jika sudah sampai tahap ekternal sudah fix.

“Jika sudah ada validasi ekternal saya harap tidak ada lagi perubahan. Kita wajib mempertahankan karena sudah mengundang orang luar. Kalau saat ini masih memungkinkan adanya perubahan,” tutupnya.

Validasi kurikulum dipandu oleh Staff  Waka Kurikulum SMAN 1 Kretek, Nanang Budi Nugroho, S.Pd., yang mengawali pertemuan validasi dengan penjelaskan perbedaan KSP dan KTSP.

“KSP tahun lalu disebut Kurikulum Satuan Pendidikan, yang digunakan sebagai acuan untuk pelaksaaan Kurikulum Merdeka sedangkan KTSP untuk acuan pelaksanaan Kurikulum 2013. Hal tersebut karena sekolah SMA Kretek menggunakan dua kurikulum,” terangnya.

Nanang melanjutkan, perlu tahapan untuk menyusun KSP.

“Ada empat tahapan yang dilaksanakan untuk prosedur penyusunan yakni analisis, penyususnan, penetapan dan pengesahan. Selain empat tahapan tersebut, juga terdapat tujuan pengembangan.

Tujuan pengembangan yakni memiliki pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan pemenuhan 8 standar pendidikan,” ujar Nanang.

Selain itu, Nanang juga memaparkan mengenai Visi dan Misi SMA Kretek.

“Visi SMAN Kretek masih seperti tahun lalu ya Bapak dan Ibu. Visinya sebagai berikut:

Terwujudnya peserta didik yang berimtaq, beriptek, berbudaya, dan berwawasan lingkungan. Kesemuanya lalu dijabarkan menjadi lima misi SMA Kretek diantaranya mengoptimalkan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan dan menantang dan memotivasi,” ungkap Nanang.

“Visi dan Misi tersebut lalu masih dijabarkan dalam tujuan satuan pendidikan diantaranya pengoptimalan proses belajar yang menyenangkan dan memotivasi serta terciptanya gerakan literasi sekolah,” lanjutnya.

Beberapa perbedaan antara kurikulum tahun lalu dan tahun ini diantaranya pada mapel Bahasa Inggris. Dahulu dua jam intrakurikuler dan satu jam project. Tahun ini hanya dua jam masuk dalam kegiatan intrakurikuler saja. *Fkv

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top