Validasi Eksternal KSP-KTSP SMA Kretek

dok. SMA Kretek

Kretek (SakreNews). Setelah sebelumnya dilangsungkan pertemuan internal KSP-KTSP SMA Kretek, maka tahapan selanjutnya diselenggarakan validasi eksternal KSP-KTS. Pertemuan untuk pembahasan Validasi Internal KSP-KTSP digelar di Aula SMAN 1 Kretek pada Selasa, 2 Juli 2024. Sebelum dimulai, validasi eksternal diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh guru dan karyawan. Selanjutnya Plt. Kepala Sekolah, Gami Sukarjo, M.Pd., memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Gami menyampaikan beberapa hal diantaranya tentang pentingnya pelaksanaan pertemuan ini sebagai acuan untuk menjalankan kurikulum sekolah di tahun ajaran baru.

“Bapak ibu guru mohon dicermati agar pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang sudah disampaikan. Jangan sampai hanya Waka Kurikulum dan staffnya yang tahu apa itu kurikulum yang ada di SMA N Kretek,” tegasnya.

Pemaparan validasi eksternal disampaikan oleh Staff Waka Kurikulum, Nanang Budi Nugroho, S.Pd. yang mengawali pertemuan validasi dengan penjelaskan adanya perbedaan kurikulum kelas XII, kelas XI dan X.

“Kelas XII masih memakai kurikulum 2013 bapak dan ibu sedangkan kelas XI dan X sama-sama menggunakan kurikulum merdeka,” ujarnya. “KSP tahun lalu disebut Kurikulum Satuan Pendidikan, yang digunakan sebagai acuan untuk pelaksaaan Kurikulum Merdeka sedangkan KTSP untuk acuan pelaksanaan Kurikulum 2013.            Hal tersebut karena sekolah SMA Kretek menggunakan dua kurikulum,” terangnya.

dok. SMA Kretek

Nanang melanjutkan bahwa ada 3 kelompok mapel.

“Ada 3 kelompok yakni A, B, C,” ujar Nanang. Kelompok C merupakan mapel peminatan yang terdiri dari Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Inggris,” tambahnya.

Untuk Profil Pelajar Pancasila Nanang menerangkan bahwa ada 7 tema. Nanng menerangkan ketujuh tema tersebut yakni: Gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhinika tunggal ika, bangunlah jiwa dan raganya, suara demokrasi, berekayasa dan berteknologi untuk membangun, dan kewirausahaan.

Terkait Ekstrakurikuler, Nanang menyebutkan bahwa ada ekstra wajib dan pilihan.

“Untuk ekstrakurikuler wajib ada ekstrakurikuler pramuka. Wajib untuk siswa kelas X,” papar Nanang.

Menurutnya ada tiga ekstrakurikuler pilihan yang terdiri dari bidang Agama Islam (ekstra seni baca Alquran), bidang olahraga (futsal, volly, bela diri, PMR)  dan  bidang seni dan budaya (seni musik, sesorah, karawitan dan tari).

Untuk kenaikan kelas, menurut Nanang ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi siswa.

“Salah satu kriterianya yakni menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti,”katanya.

Terkait budaya sekolah, Nanang menyebutkan ada budaya berprestasi dan budaya literasi.

“Budaya literasi diterapkan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dengan cara siswa diminta membaca buku nonpaket lalu siswa diminta untuk meringkas di jurnal yang disediakan sekolah,” tutupnya. *Fkv

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top